Menkeu Pastikan Dana 300 Ribu Jembatan Aman, Publik: Percuma Kalau Alam Tetap Dirusak!
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan anggaran pembangunan 300.000 jembatan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto sudah tersedia. Meski dana aman, publik menilai pembangunan masif tak akan berarti jika kerusakan alam akibat tambang ilegal terus dibiarkan dan banjir, longsor kembali merenggut nyawa.
Purbaya menyebut pemerintah tengah merampungkan pendataan wilayah yang membutuhkan jembatan, termasuk memetakan kondisi sungai serta jumlah jembatan yang benar-benar mendesak dibangun.
“Ada dananya. Saat ini lagi dikompilasi datanya, dua minggu ini segera rampung,” ujar Purbaya di Jakarta.
Sebelumnya, Presiden Prabowo membentuk Satgas Darurat Jembatan untuk mengakhiri praktik anak sekolah yang terpaksa menyeberangi sungai demi belajar. Targetnya, ratusan ribu jembatan rampung pada 2026 dan diprioritaskan di wilayah terpencil.
Namun di tengah rencana ambisius ini, suara kritis bermunculan. Banyak yang menilai pembangunan jembatan tidak akan menyelesaikan akar masalah jika kerusakan lingkungan terus dibiarkan.
“Yang lebih penting itu jaga aliran sungai, jangan diganggu. Alam itu ibarat Tuhan. Karena tambang ilegal, alam rusak dan korban jiwa terus berjatuhan. Banjir, longsor ini sudah layaknya tsunami,” ujar warga dalam kolom komentar.
Debat publik pun menguat: pembangunan massif atau pemulihan ekologi? Pemerintah disebut harus mengejar dua-duanya, fasilitas aman bagi warga, dan perlindungan alam agar bencana tak terus berulang.(***)

Tinggalkan Balasan