Home Nasional Senator Dukung Langkah Jokowi, Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara RI

Senator Dukung Langkah Jokowi, Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara RI

15
0
SHARE
Senator Dukung Langkah Jokowi, Terkait Pemindahan Ibu Kota Negara RI

ANTARIKSANEWS.COM-- Dalam beberapa waktu terakhir, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) telah bergerak untuk memulai langkah memindahkan Ibu Kota Negara RI yang saat ini berada di Jakarta ke Pulau Kalimantan.

Bahkan usai mengunjungi kawasan Bukit Soeharto di Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (7/5/2019), Jokowi menilai di area tersebut sudah ada infrastruktur berupa bandara internasional, pelabuhan laut, dan tol yang sangat mendukung langkah Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan pemindahan Ibu Kota Negara RI.

Anggota Komite I DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief memberikan dukungan dan apresiasi atas upaya Presiden Jokowi memindahkan Ibu Kota Negara RI. Menurutnya, mimpi besar memindahkan Ibu Kota Negara RI yang telah digagas sejak Bung Karno pada tahun 1957 ini telah selayaknya diwujudkan.

“Sudah begitu banyak kerugian yang kita alami karena mempertahankan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara mulai dari banjir, kemacetan, kriminalitas, polusi udara hingga ledakan penduduk. Dan pada saat ini sejumlah ahli juga sudah memprediksi besarnya kerugian material dan non material kalau ada bencana di Jakarta. Ibu Kota sudah layak dipindahkan,” kata Riri Damayanti kepada media, Senin (13/5/2019).

Riri Damayanti menjelaskan, telah begitu banyak contoh negara yang telah berhasil memindahkan Ibu Kotanya seperti Brazil, Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan Jerman. Malaysia dan Korea Selatan bahkan juga tengah memindahkan pusat pemerintahan mereka ke kawasan yang baru.

“Kalau upaya pemindahan Ibu Kota ini berhenti lagi hanya sebagai wacana, kekusutan sosial politik di Jakarta bisa jadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja di kemudian hari. Saya kira kita semua tidak mau hal itu terjadi,” ungkap Riri Damayanti.

Data terhimpun, guna mewujudkan gagasan ini, Presiden Jokowi tengah mempertimbangkan bukan hanya segi infrastruktur, namun juga dampak sosiologis dan sosiopolitik dari peminadahan Ibu Kota tersebut.

Mantan Walikota Solo itu dengan langkah ini ingin menjadikan pusat pemerintahan Indonesia terpisah dengan pusat ekonomi, bisnis, perdagangan, dan jasa sehingga dapat menatap ke depan ke arah negara maju.

Presiden Jokowi menyatakan beberapa lokasi seperti Balikpapan dan Samarinda juga cukup mendukung pendirian Ibu Kota baru dari segi infrastruktur. Dalam pemindahan Ibu Kota ini, Jokowi berprinsip tidak membebani APBN.

Sementara Bung Karno, pada tahun 1957 telah meletakkan batu pertama di Palangkaraya sebagai simbolisasi atas upayanya untuk memindahkan Ibu Kota.

Namun saat itu Indonesia tengah membutuhkan anggaran yang besar untuk mempersiapkan penyelenggaraan Asian Games pada tahun 1962 dan Games of the New Emerging Forces.

Hingga akhirnya tahun 1965, rencana Bung Karno tersebut tenggelam seiring eskatologi politik era demokrasi terpimpin oleh kekuatan imprealisme yang bersekutu dengan kelompok militer dan kaum reaksioner dalam negeri. [*]