Home Bandar Lampung Masyarakat Harus Lebih Bijak Dalam Menyikapi Info di Medsos

Masyarakat Harus Lebih Bijak Dalam Menyikapi Info di Medsos

15
0
SHARE
Masyarakat Harus Lebih Bijak Dalam Menyikapi Info di Medsos

ANTARIKSANEWS.COM--- Generasi milenial adalah Garda terdepan untuk menciptakan Pemilu yang bersih, dan sejuk, dan memiliki peranan penting di dalam upaya mencegah penyebaran berita bohong (hoaks). Hal ini di katakan Kapolda Lampung, Irjen Pol Purwadi Arianto, saat menggelar acara Focus Group Discussion (FGD) Dengan tema "Ayo Nyoblos" Pemilu 2019 Aman, Damai dan Sejuk, di Ballroom Hotel Emersia Lampung, Rabu (10/4/2019). 

"Pemuda adalah Garda terdepan, anda sangat di perlukan untuk menciptakan pemilu adil, damai dan sejuk," Ungkapnya.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua KPU Provinsi Lampung, Nanang Trenggono, Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriah dan Pengamat Politik, Dedi Darmawan, Generasi milenial baik perwakilan SMA, mahasiswa berbagai perguruan tinggi, tokoh lintas agama, dan organisasi pemuda se Lampung.

Dalam kegiatan talk show tersebut hadir sebagai Narasumber Ketua KPU Provinsi Lampung, Nanang Trenggono, Ketua Bawaslu Provinsi Lampung, Fatikhatul Khoiriah dan Pengamat Politik, Dedi Darmawan.

Kapolda juga minta masyarakat lebih bijaksana menggunakan media sosial (medsos) dengan menyaring terlebih dahulu info yang diterima sebelum menyebarluaskan info tersebut, karena masalah politik identitas, black Campaign dan hoax,  di medsos saat menjelang Pemilu 2019.

"Saya minta masyarakat lebih berhati-hati sebelum menyebar luaskan info yang ada  di medsos. Belum tentu info yang anda baca itu benar, karena menjelang pesta demokrasi identik dengan info black Campaign dan Hoax," Ujarnya.

Kita juga sudah siapkan 61377 personel Terdiri dari anggota Polri 7032 personil, TNI 1815 personil, Linmas dari Pemda sebanyak 52530 Orang, ditambah dari Basarnas, BPBD, Orari, Senkom, Rapi dan lainnya. "Dua personel di siagakan di setiap TPS yang rawan, dan satu Personil akan di siagakan di empat TPS yang aman," Terangnya.

Sementara Akademisi Unila, Dedi Hermawan menjelaskan, penyelenggara pemilu dan pihak berwajib perlu memperhatikan berbagai hal untuk diantisipasi. Diantaranya pada saat pemungutan suara, perlu penguatan karena informasikan yang disampaikan KPU dan Bawaslu harus sampai ke lapisan bawah. 

"Dari pengalaman sebelumnya partisipasi pengawas diperlukan, bahkan tim sukses juga harus dikuatkan terlebih terkait persoalan teknis harus diperhatikan," Katanya.

Menurutnya, pesta demokrasi selalu dianggap tegang. Jika dihadapkan dalam situasi tersebut bisa terjadi intrik. "Kalau dari waktu ke waktu demokrasi ditandai seperti ini, kita mengingkari kualitas demokrasi semakin baik," Tegasnya

Maka KPU, Bawaslu, Parpol dan instansi lainnya harus bersinergi membangun demokrasi yang baik. "Kalau tidak dijaga maka akan mengancam kualitas demokrasi," Pungkasnya.