Klarifikasi..!! Bukan Karena PDP Corona, Pasien RSUD DSR Meninggal Akibat TBC

LAMPUNG TENGAH, ANTARIKSANEWS.COM--- Beredarnya berita yang sebelumnya dimuat dengan judul "1 warga PDP Meninggal Dunia" di Antariksa news.com yang dilansir dari Radarlamteng.com dapat penjelasan dari kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah.

Dirinya menjelaskan, Tewasnya pasien covid-19 dilamteng itu hoax, meninggalnya akibat penyakit kronis TBC, diskes lamteng catat  400 odp dan pdp 1,selasa (24/3/2020)

kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah Dr. Otniel Sriwidiatmoko melalui sekretaris dinas kesehatan mengatakan, untuk saat ini Kita belom ada yang positif covid-19. Namun untuk saat ini orang dalam pemantawan (ODP) dari awalnya 400 sudah selesai pengawasannya 317 sisa 83 orang,itu pun sudah berkurang saat ini dan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) 1 pasien ia khawatir kedepannya meski ODP 83 itupun dalam beberapa hari ini berkurang lagi,tapi nanti kalau ada yang Dateng dari luar daerah ya nambah lagi apalagi ini mau mudik lebaran jelasnya.

Dan sekali lagi saya tegaskan,bahwa pasien covid-19 dilamteng Yang meninggal bukan Karna Corona, tapi pasien memang TBC sudah lama dan di bawa pulang dari merak dalam keadaan sudah sangat lemah dan meninggal di Demang dengan diagnosa tbc mas,ujarnya melalui pesan whatshAp

Untuk Pasien ODP itu sejak pulang dari zona merah dan dari luar daerah (tiba di Lamteng)sampai 14 hari kita lakukan pemantawan Kalau PDP itu setelah ada keluhan dan menyerupai Corona baru di bawa ke RS rujukan yaitu RS Demang se-pulau raya.

Untuk saat ini rumah sakit rujukan dilamteng yang sudah disiapkan tempat isolasi Kalau RS demang yang jelas baru ada 30 bed siap menampung pasien dan ada juga rs swata seperti ymc,harapan bunda sepertinya itu mas,ujarnya.

Dr.otnil menjelaskan, Langkah kita tetap kalau ada ODP pulang dari luar negeri atau dari zona merah maka di karantina di rumah,tidak perlu mendatangi tempat kesehatan cukup komunikasi lewat telp dan kondisi di awasi  oleh surveylen dan di data secara tepat,bila ada keluhan sakit di obati dulu oleh puskesmas jika sakit tambah berat maka di bawa jemput ke RS Demang se-pulau raya atau rumah sakit lain yg punya fasilitas ruang isolasi.

Ia menghimbau agar, masyarkat lamteng tetap waspada jangan panik, jika mengalami keluhan seperti ini segera berobat.MENGENAL GEJALA INFEKSI CORONA


HARI KE 1-3

1. Gejala mirip masuk angin

2. Sakit tenggoroka  ringan, sedikit sakit

3. Tidak demam tidak lelah

4. Masih makan minum secara normal


HARI KE 4

1. Sakit te ggorokan sedikit, mabuk badan

2. Suhu tubuh mulai naik

3. Mulai anaroksia, sakit kepala ringan

4. Mulai suara serak dan diare ringan


HARI KE 5

1. Sakit tenggorokan suara serak

2. Suhu tubuh berkisar antara 36,5-36,7

3. Tubuh panas ringan

4. Tubuh lelah, merasakan nyeri sendi

(tahap ini sulit dikenali sebagai infeksi dingin atau koroner)


HARI KE 6

1. Mulai demam ringan suhu sekitar 37

2. Batuk dengan lendir atau batuk kering

3. Kelelahan, mual, sesekali sulit bernafas

4. Jari sakit, diare, bisa muntah


HARI KE 7

1. Demam lebih tinggi dari 27,4 - 37,8

2. Batuk berdahak berlebihan

3. Nyeri semua badan

4. Frekuensi nafas pendek dan muntah


HARI KE 8

1. Demam mencapai suhu 38 lebih

2. Sulit bernafas dan batuk tak berhenti

3. Susah berbicara, sakit kepala

4. Nyeri sendi, sakit punggung


HARI KE 9

1. Gejala bertambah buruk

2. Demam berantakan, batuk tidak mereda

3. Meski sudah berusaha anda kesulitan bernafas

(Pada saat ini tes darah dan rontgen paru-paru harus di ambil untuk di periksa). (Rilis).


Demikian klarifikasi media antariksa news.com, atas perhatiannya kami mohon maa'f.


TTD

Redaksi antariksanews.com






Artikel Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan