Ketua LSM Basmi Lamteng, Desak Bawaslu Usut Dugaan Pelanggaran Kampanye Oleh Salah Satu Calon Bupati

ANTARIKSANEWS.COM---Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Muda lndonesia (Basmi) Kabupaten Lampung Tengah, Abdul Razak mendesak pihak Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat, untuk memproses dan menindaklanjuti terkait adanya temuan timnya atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pendukung Pasangan Calon (Paslon) nomor urut.1 Loekman - ilyas, pada kegiatan pembagian paket telur kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) yang di duga diKoordinasi oleh, ellya Lusiana, istri dari Cabup nomor urut.1 Loekman Djoyosoemarto di Kecamatan Trimurejo beberapa waktu lalu.

"Kita meminta pihak Bawaslu, memproses terkait adanya dugaan pelanggaran itu, dimana pembagian paket sembako telur itu menggunakan dana anggaran APBD Kab.Lamteng," ungkap Razak, di Posko Basmi, Kamis (12/11).

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kab.Lamteng, Sumarsono yang juga sebagai Kader PDIP Lamteng, dan tim pemenangan Paslon nomor urut.1 Loekman - ilyas, meminta pihak Bawaslu dapat menindaklanjuti dan memproses hal itu, apabila dalam kegiatan tersebut di temukan adanya pelanggaran. Bahkan diketahui dalam rapat koordinasi bersama menghadapi Pilkada Kab.Lamteng 2020 yang di hadiri oleh Pj.Bupati, Sekda, Forkopimpda, Ketua OPD, Kapolres, Dandim, Bawaslu, dan KPU yang dilaksanakan di Gedung Nuwo Balak, Gunung Sugih, Kamis (12/11/2020) Ketua DPRD Lamteng, Sumarsono menyinggung terkait kinerja Bawaslu yang dianggapnya tidak maksimal memantau tahapan Pilkada.

"Kalau memang dalam kegiatan itu, memang di temukan pelanggaran, saya minta pihak Bawaslu untuk dapat memproses, dan menindaklanjutinya, karena itu tugas dan wewenang mereka. Dan kita sebagai Dewan selalu menyetujui anggaran kegiatan yang di ajukan oleh pihak Bawaslu, tidak ada anggaran yang kita hambat dalam mendukung kinerja Bawaslu maupun KPU," tegas Sumarsono, saat di konfirmasi, usai menghadiri rakor menghadapi Pilkada.(Rls) 




Artikel Terkait

Comments (3)

    komentar Facebook sedang dipersiapkan