Home Tanggamus Diduga Mark-Up, LIRA Tanggamus Pertanyakan Anggaran Pekon Negeri Ratu

Diduga Mark-Up, LIRA Tanggamus Pertanyakan Anggaran Pekon Negeri Ratu

127
0
SHARE
Diduga Mark-Up, LIRA Tanggamus Pertanyakan Anggaran Pekon Negeri Ratu

TANGGAMUS, ANTARIKSANEWS.COM-- LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Tanggamus pertanyakan anggaran yang digelontorkan Pemerintah pusat melalui Angaran Dana Desa (ADD) Tahun 2018 untuk pembangunan Desa di Pekon Negeri Ratu, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus.

Sekda LIRA, Khoiri Kasim mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat klarifikasi kepada Marzuki Kelapa Pekon Negeri Ratu beberapa Waktu Lalu. 

"Kami sudah layangkan surat klarifikasi untuk kepala pekon Negeri Ratu, Marzuki, minggu lalu, untuk mempertanyakan pengunaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018 lalu di Pekon Negeri Ratu," kata Khoiri saat dikonfirmasi matacakrawala.com, Rabu (13/2) siang tadi. 

Khoiri menduga tidak ada transfaran dalam pengelolaan anggaran (mark-up) pada beberapa item pengerjaan bidang pelaksanaan pembangunan pekon, yaitu beberapa belanja modal pengadaan bangunan lainnya, belanja modal pengadaan jalan pekon, belanja modal pengadaan saluran air bersih, dan beberapa belanja modal pengadaan talud penahan tanah (TPT), berikut belanja jasa upah tenaga kerja, serta belanja papan plang pembanguanan.

"Setelah kita teliti beberapa item, penggunaan belanja material itu harganya tidak sesuai dengan harga toko pada umumnya. Salah satunya harga semen dan beberapa bahan material lainnya," jelasnya. 

Lanjut Khoiri, sebagai contoh saja, sudah jelas didalam Rancangan Anggaran Belanja (RAB) ada pembelanjaan papan nama pembangunan/proyek, tapi satu pun tidak ada yang terpampang disaat pembangunan dilaksanakan. "Yang kasat mata yaitu belanja plang papan proyek,  tapi gada plang yang dipasang, terus dimana belanja anggaran plang itu," tanya Khoiri. 

Terpisah, menurut nara sumber yang enggan namanya disebutkan mengatakan, semua pembangunan tidak ada terpampang papan nama proyek, seharusnya, plang proyek harus dipasang, agar masyarakat dapat mengetahui berapa anggaran yang digunakan, sehingga pekerjaan itu dapat dikontrol oleh masyarakat.

 "Yang saya tahu didalam anggaran pendapatan dan belanja pemerintah Pekon Negeri Ratu itu jelas ada didalam RAB nya, tapi ko papan plang nya ga dipasang. Jadi kami juga bisa kontrol pekerjaan tersebut. Ini, plang dianggarkan tapi tidak ada plangnya," cetus narasumber.

Hingga berita ini diturunkan kepala pekon Negeri Ratu, Marzuki tidak pernah berada dikantor.(Hend)