•  
Alamat Redaksi : Jl. Kelapa 7 Bandar Jaya Barat - Lampung Tengah, Telp. (HP) 082377881555 / 08996799444, Email redaksi@antariksanews.com.
Rabu, 08 Agustus 2018 - 21:40:34 WIB

Loekman: Generasi Muda Adalah Calon Pemimpin Masa Depan Bangsa Harus Paham Norma Dan Budaya Leluhur


Diposting oleh : Administrator
Kategori: Lampung Tengah - Dibaca: 64 kali

ANTARIKSANEWS.COM--- Wakil Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto bersama angota DPD Anang Prihantoro sosialisasikan empat pilar kebangsaan kepada para Siswa di SMK N 1 Terbanggi Besar.

Loekman mengungkap, ada empat pendekatan untuk menjaga empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Keempat pendekatan tersebut yaitu pendekatan kultural, edukatif, hukum, dan struktural, dibutuhkan karena saat ini pemahaman generasi muda terhadap empat pilar kebangsaan menipis. Hal tersebut diungkap Loekman saat membuka seminar "Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara" di SMK N 1 Terbanggi Besar, Rabu ( 8/8/2018).

"Generasi muda saat ini adalah calon pemimpin masa depan bangsa, harus paham norma dan budaya leluhurnya. Sehingga di masa depan tidak hanya asal membangun infrasturktur modern, tetapi juga menyejahterakan masyarakat," katanya.

Sementara senator Anang Prihantoro sebagai pembicara meminta para siswa harus dapat menjadi kader Bhinneka Tunggal Ika dan menjadi manusia unggul untuk menuju Indonesia emas tahun 2045.

“Dan karena pemuda ini merupakan agen pembangunan di masa mendatang, saya harapkan pada usia 44 tahun mendatang saat Indonesia emas tahun 2045 mereka akan lebih matang dan lebih baik dari kader-kader bangsa yang ada saat ini,” ujar Anang Prihantoro saat menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan  di Aula SMK N 1 terbanggi besar.

 diikuti oleh sekitar 350  siswa-siswi dari  sekolah SMKN 1,Anang menambahkan, untuk menjadi  manusia unggul banyak hal yang harus dipenuhi, karena menjadi manusia unggul harus memiliki moralitas, integritas, dan kapasitas yang bila dijabarkan, moralitas terdiri dari iman dan taqwa, jujur dan tidak menipu. Sedangkan integritas adalah sopan santun, tekun, sabar, ulet, hemat, dan sederhana.

Sementara kapasitas adalah harus memiliki wawasan yang luas, mengusai Iptek dan pandai bergaul (menguasai  jaringan). Sedangkan kendala dan tantangan menjadi manusia unggul  antara lain; hedolisme, medsos ”abal abal”, SARA dan primordialisme apatisme, pasimisme, anarkisme, dll.

Menurut senator senayan ini, untuk mencapai semua itu siswa harus memiliki rasa nasionalisme dan dapat mengamalkan Pancasila, menjalankan  UUD 1945, merawat Bhinneka Tunggal Ika dan menjaga NKRI.

”Guna mencapai itu semua itu maka siswa harus memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi serta dapat mengamalkan Pancasila, menjalankan UUD 1945, menjaga Bhinneka Tunggal Ika, serta dapat menjaga NKRI, dan saat ini di negara kita sedang di uji melalui isu-isu yang akan memecah belah persatuan dan kebhinekaan kita. Untuk itu harus benar benar dapat menanamkan rasa nasionalisme dan Kebhinekaan pada generasi muda agar keutuhan NKRI tetap terjaga, karena dengan kebhinekaan itu kita adalah satu, kita adalah Indonesia,” pungkasnya.



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)