•  
Alamat Redaksi : Jl. Kelapa 7 Bandar Jaya Barat - Lampung Tengah, Telp. (HP) 082377881555 / 08996799444, Email redaksi@antariksanews.com.
Jumat, 20 April 2018 - 22:05:58 WIB

Puluhan Ribu Botol Miras Dimusnakan Polres Lamteng


Diposting oleh : Administrator
Kategori: Lampung Tengah - Dibaca: 47 kali

LAMPUNGTENGAH, ANTARIKSANEWS.COM– Sebanyak 2.930 botol minuman keras (miras) berbagai jenis dan merek serta 1.470 liter tuak dimusnahkan oleh Polres Lampung Tengah, Jumat (20/04/2018).

Kegiatan pemusnahan dihadiri oleh Plt Bupati Loekman Djoyosoemarto dan unsur Forkopimda setempat.

Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil razia jajaran polsek dan juga Polres Lamteng dalam satu bulan terakhir. Razia juga sebagai antisipasi jatuhanya korban jiwa akibat minuman haram tersebut.

Kapolres Lamteng, AKBP Slamet Wahyudi, S.IK, M.H, kepada awak media menjelaskan, pihaknya tidak menahan para penjual, dan lebih mendata serta memberikan peringatan untuk tidak menyalahi aturan penjualan miras.

“Barang bukti (miras) merupakan produk pabrikan dan tidak ada yang oplosan. Namum begitu kita tetap optimalkan razia miras karena merupakan instrukai langsung dari Kapolri hingga Kapolda (Lampung),” terang AKBP Slamet Wahyudi.

Slamet menjelaskan, untuk Lamteng tingkat konsumsi miras cukup tinggi dan diperlukan langkah antispasi.

“Untuk itu kita juga berharap aturan yang ada (Perda) untuk miras ini supaya dapat lebih tegas lagi,” ujarnya.

Sementara Plt Bupati Loekman Djoyosoemarto menjelaskan, terkait sanksi yang ada dalam Peraturan Daerah (Perda) sudah jelas jika melampaui jumlah alkohol yang dibolehkan bisa dikenakan sanksi hukum.

“Yang jual juga tidak boleh sembarangan, harus terdata dan jelas jelas. Sementara kandungan alkohol juga yang dibolehkan 5 sampai 7 persen, di atas itu maka ada sanksi hukumnya,” terang Loekman Djoyosoemarto.

Untuk itu Loekman menegaskan, terkait Miras yang diperlukan adalah pengawasan terhadap penjualnya bukan konsumennya. Ia menyatakan, diperlukan kesadaran semua pihak dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dan juga aman bebas alkohol.

Terpisah, Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Tengah mengaku belum menerima laporan adanya korban akibat menenggak meninuma keras. Namun, hal itu perlu diantispasi supaya tidak ada korban jiwa.

“Belum ada ya (korban miras). Kita belum menerima laporan dari rumah sakit atau Puskesmas. Namun antisipasi dini pihak kepolisian dengan memusnahkan barang bukti merupakan langkah tepat,” ujar Kepala Diskes Lamteng Hairul Azman. Ia mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak mengkonsumsi miras dan dianjurkan untuk mengkonsumsi jamu atau ramuan yang sehat serta dianjurkan oleh pihak Badan POM.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Gunung Sugih, Syamsul Arief, menyatakan, bahwa harus ada penindakan tegas penegak hukum terkait penyakit masyarakat (Pekat) termasuk di dalamnya adalah minuman keras.

“Bukan cuma pemusnahan saja, tetapi juga bentuk edukasi kepada masyarakat dan dibutuhkan bantuan seluruh stake holder untuk mewujudkan itu, mulai dari tokoh agama, masyarakat, dan unsur lainnya,” jelas Syamsul Arief di Mapolres Lamteng.

Namun begitu, Syamsul Arief mendukung penuh pemusnahan barang bukti miras, dan tindakan kepolisian dalam upaya meminimalisir peredaran minuman keras di Bumi Jurai Siwo itu. (Edy).



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)