•  
Alamat Redaksi : Jl. Kelapa 7 Bandar Jaya Barat - Lampung Tengah, Telp. (HP) 082377881555 / 08996799444, Email redaksi@antariksanews.com.
Rabu, 28 Februari 2018 - 18:50:42 WIB

Panggil Seluruh Camat, Loekman Minta Laporan Dampak Banjir


Diposting oleh : Administrator
Kategori: Advertorial - Dibaca: 242 kali

LAMTENG, ANTARIKSANEWS.COM-- Pasca banjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Lampung Tengah, Plt. Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto langsung panggil Camat yang wilayah nya terkena dampak banjir. Pemanggilan para Camat tersebut untuk dimintai laporan, kampung-kampung mana saja yang kondisinya rusak parah akibat banjir.

 "Saya sudah panggil Camat-camat yang wilayah nya terkena dampak banjir untuk mendata kerugian-kerugian masyarakat. Sehingga kita punyai data yang riil untuk diberikan bantuan." ujarnya.

Loekman mengungkapkan, luasnya Kabupaten Lampung Tengah dengan jumlah penduduk yang begitu besar, tentu menjadi kendala pihaknya menangani masalah banjir dengan keterbatasan petugas.

"Pastinya tidak semua bisa kita tangani langsung, kita gunakan sekala prioritas seperti di Kecamatan Bekri dan Bandar Surabaya yang banyak rumah terendam akibat banjir. Saya harap masyarakat bisa memahami masalah ini." ucapnya.

Kadis Kominfo Lampung Tengah Sarjito menjelaskan, data yang sudah masuk akibat dampak banjir tersebut sebagai berikut. Kecamatan Bandar Surabaya 629 KK, Bekri 276 KK, Seputih Agung 62 KK, Terbanggi Besar 476 KK, Anak Tuha 2 Jembatan, Seputih Banyak 1 Jembatan, Rumbia 1 Jembatan, Way Pengubuan 1 Jembatan.

Sementara Kadis Pertanian Lamteng Rusmadi menjelaskan, lahan pertanian yang terendam banjir seluas 2.212 hektar, 95 persen sawah, sisanya lahan jagung, singkong dan kedelai. 

"Atas kejadian ini, saya minta petani harus ikut asuransi pertanian. Ini untuk antisipasi kita bila terjadi gagal panen. Untuk pendaftarannya, petani bisa langsung temui para penyuluh pertanian. Bayarnya tidak mahal, sekali panen hanya bayar Rp.36.000." katanya.

Kadis Sosial Lampung Tengah Kusuma Riyadi menambahkan, pihaknya telah membangun dua dapur umum di Kampung Gorasjaya dan Cabang, untuk membantu korban banjir. Bantuan berupa 48 paket bufferstok berisi berbagai macam bahan makanan instan, peralatan memasak dan peralatan tidur.

Sementara dari stok Dinsos Lampung Tengah juga sudah dikirimkan bantuan berupa selimut, matras, mie instan dan bahan makanan lainnya yang dikelola melalui dapur umum. Namun jumlah stok makanan tersebut tak sebanding dengan jumlah korban yang ada. 

"Memang tidak ada pengungsi lagi, karena sudah kembali ke rumah masing-masing. Tetapi karena banyak yang tak bisa masak akibat banjir, kami sediakan kebutuhan untuk makan melalui dua dapur umum yang kami dirikan. Khusus bantuan beras belum, harus diajukan sesuai prosedur. Rencananya bantuan beras akan diberikan selama enam hari. Setiap  orang mendapat 400 gram per hari. Hal itu sesuai hasil rapat."pungkasnya. (Rendra).



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)