•  
Alamat Redaksi : Jl. Kelapa 7 Bandar Jaya Barat - Lampung Tengah, Telp. (HP) 082377881555 / 08996799444, Email redaksi@antariksanews.com.
Selasa, 09 Januari 2018 - 19:34:24 WIB

Semakin Beradat Semakin Beradab


Diposting oleh : Administrator
Kategori: Nasional - Dibaca: 6 kali

ANTARIKSANEWS.COM--- Ada momen sederhana namun memiliki nilai yang mendalam saat para raja se Nusantara mulai memasuki komplek istana kepresidenan di bogor untuk memenuhi undangan audiensi dari Presiden Joko Widodo, pada kamis 4/1/2018. Tegambar dalam kamera kami saat Sultan dari Lampung tepatnya Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23 SPDB Pangeran Edward Syah Pernong berjalan bersama para raja dan berjumpa dengan Kombes. Pol. Ulung Sampurna Jaya yang sedang bertugas mengamankan acara pertemuan itu, polisi dengan Melati Tiga melekat dipundaknya itu cepat-cepat melepas topinya dengan tangan kirinya yang memegang tongkat komando, dan tangan kanannya menyalami tangan Sultan Edward sambil menciumnya, keduanya tampak penuh senyum, kemudian Sultan Edward pun mengelus pundak dan punggung yang membungkuk dihadapannya itu dengan penuh kasih, mungkin tak banyak yang tahu jika Kombes. Pol. Ulung  Sampurna Jaya adalah adik sepupu Sultan Edward yang kini sedang mengemban amanah sebagai Kapolresta Bogor Kota.

 

Bagi sebagian orang mungkin itu hal yang tak begitu penting, tetapi jika kita melihat dan membaca pada banyak peristiwa yang terjadi dizaman sekarang ini, dimana etika dan sopan santun tak lagi banyak mendapat tempat di hati, sehingga puncaknya banyak tindakan amoral dilakukan yang muda kepada yang tua begitupun sebaliknya. Sungguh kita saat ini membutuhkan banyak ketauladanan, agar generasi mendatang dapat belajar dari ketauladanan itu.

 

Momen diatas merupakan perwujudan salah satu sikap ketauladanan, bagaimana yang muda menghormati yang tua, dan bagaimana kakak mengayomi serta menyayangi adiknya, betapapun gagah dan sedang jayanya seorang, akan tetapi tetap saja akhlak terpuji yang dikedepankan.

 

Sesungguhnya martabat seseorang akan ditentukan oleh budi pekertinya, moralitasnya, dan akhlaknya. Kesantunan dan akhlak yang mulia akan berbuah cinta, sehingga tak heran lingkungannya bahkan Tuhanpun akan mencintainya. Semakin baik akhlak seseorang maka semakin dicintai oleh masyarakatnya, tapi sebaliknya semakin buruk perangai seseorang akan semakin dijauhi oleh masyarakatnya. Akan tetapi, pribadi –pribadi dengan kesantunan dan budi pekerti yang mulia itu tidaklah dicapai seseorang dengan instan. Ada proses dan peran serta lingkungan yang membentuknya sehingga ia mampu menjadi pribadi yang terbaik. 

 

Kombes. Pol  Ulung Sampurna Jaya didalam adat adalah seorang Bangsawan Tinggi dari Sekala Brak, ia adalah pembesar Gedung Dalom Kepaksian Pernong Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak – Lampung. Ibundanya adalah Penabbaian Tuha atau adik wanita tertua dari Sultan Pangeran Maulana Balyan yang tak lain adalah ayah dari SPDB Pangeran Edward Syah Pernong. Didalam Adat kedudukan selaku Penabaian Tuha dalam keluarga Gedung Dalom ( Istana ) memiliki peranan sangat penting yaitu menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada anak dan keponakan-keponakannya, terlebih lagi kepada sang pewaris tahta, sehingga kedepan anak keturunan keluarga Gedung Dalom akan menjadi pribadi yang mulia. 

 

Sang Kapolres belajar dari Sang Ibu dan juga ayahandanya bagaimana menempatkan diri dan bersikap terbaik kepada orang lain, terlebih kepada kakak tertua didalam keluarganya yang menjadi sultan dan yang ia panggil dengan panggilan Pun, ia tahu betul bahwa Pun adalah sosok yang harus dijaganya, dibelanya dan dihormatinya, dan begitu juga sebaliknya Pun adalah sebagai sosok yang mengayomi layaknya ayah, dan menyayangi adik-adik sebagaimana patutnya seorang kakak. Kaidah utama didalam Adat Lampung Sekala Brak adalah Seandanan ( saling peduli ), Seuyunan ( saling membantu ), Sekahutan (saling mengasihi ), Sehakhian ( saling memperhatikan ).

 

Gedung Dalom  merupakan central dari detak jantung dan denyut nadi bagi ghiroh peradaban masyarakat adat Sekala Brak, adat Istiadat dan tata kehidupan yang berlaku sehari – hari, semuanya itu berhulu dari tata titi dan ketinggian nilai yang ada di dalam Gedung Dalom, yang juga dipraktikkan oleh segenap kerabatnya, perdana utama dan perdana mentrinya, jamma balak atau para pembesar adatnya, panglima dan para hulubalangnya, serta seluruh masyarakat adanya. 

 

Adat istiadat Sekala Brak yang mengatur tata titi dan tata karma adalah sebuah local wisdom yang telah berabad lamanya dipakai kemudian diwariskan secara turun temurun sebagai pranata sosial. Mulai dari hal-hal pribadi dalam keseharian seperti  petutukhan atau aturan panggilan kepada seseorang, tata bahasa, tata busana, sikap dan prilaku, begitu juga hal-hal yang melibatkan banyak orang seperti musyawarah adat dan upacara-upacara adat. Kesemuanya memiliki adab dan pola kesantunan yang sangat berkaitan degan role ( peranan ) dan status ( kedudukan ) seseorang didalam adat. 

 

Pribadi yang menjalankan adat istiadatnya maka semakin beradablah ia, semakin tinggi kedudukan seseorang maka semakin penuh santun dan penuh tata kramalah ia. Adat Istiadat bentuknya bisa saja berbeda-beda di Nusantara ini, tapi tetap saja kehalusan budi dan etika menjadi muaranya.



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)