•  
Alamat Redaksi : Jl. Kelapa 7 Bandar Jaya Barat - Lampung Tengah, Telp. (HP) 082377881555 / 08996799444, Email redaksi@antariksanews.com.
Kamis, 30 November 2017 - 19:55:52 WIB

Tambang Batu, BLH Lampura Takan Biarkan Perusakan Lingkungan


Diposting oleh : Administrator
Kategori: Lampung Utara - Dibaca: 16 kali

ANTARIKSANEWS.COM--- Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Lampung Utara akan menerbitkan rekomendasi penjagaan dan pelestarian Cagar budaya terhadap makam leluhur masyarakat Lampung Abung Minak Trio Deso, di Desa Skipi, Kecamatan Abung Tinggi.

Kasi Pemantauan BLH Lampung Utara, Marzuli Adami mengatakan dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat adanya tambang batu itu pasti ada jika terjadi pembiaran, untuk pihaknya akan memberikan rekomendasi.

“Kita lagi mau duduk satu meja. Enggak ada temuan masalah ESDM, karena mereka dari sisi masalah izin, izin mereka lengkap, kita masalah lingkungan itu belum diketahui ini lagi mau kita rekomendasikan,” kata Marzuli Adami, Kamis (30/11/2017).

Dijelaskannya, mengenai adanya indikasi terjadi penyempitan badan sungai itu tidak terjadi, namun dampak dari aktivitas tambang tersebut bisa saja terjadi dikemudian hari.

“Pada tempat yang ditunjukan itu kita sudah kesana, ternyata jika itu dibiarkan terjadi pembiaran bisa terjadi masalah. Memang, untuk saat ini tidak masalah, tapi kalau dibiarkan sampai gundul dikawatirkan terjadi apa-apa,” ujarnya.

Dia juga mengakui kalau BLH Lampung Utara sudah melakukan peninjauan, namun untuk hasil validnya masih dalam evaluasi karen UKL/UPL sedang dilajukan kajian.

“Kemarin kita turun itu karena ada indikasi penyempitan sungai akibat pembuangan itu, ternyata setelah kita lihat tidak terjadi penyempitan sungai, tapi bila terjadi pembiaran lama-lama akan mempunyai dampak,” lanjutnya.

Dalam menyikapi permasalahan itu BLH setempat tetap mencarikan solusi dengan memberikan masukan kepada pengelola tambang supaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan.

“Karena segala sesuatu bila dibiarkan pasti akan terjadi dampak, dan semuanya sedang kita pelajari. Tapi dari sisi UKL/UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan)-nya belum kita lihat,” tutup Marzuli.

Disisi lain Damri, ketika dihubungi mengatakan bahwa perwakilan dari BLH, Kementerian ESDM wilayah Lampung sudah melakukan croscheck terhadap tambang miliknya.

“Kemarin dari pertambangan sudah turun dan melihat lokasi tambang kita itu dan masalah cagar budaya saya akan menjaganya. Masalah izin-izin saya lengkap,” pungkasnya. (feb)



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)